RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Selasa, 22 Desember 2015

Terimakasih Padamu, Ibu

Foto: (atas) Reny NF, Cepy | (bawah) Warih RWS, Ibu Ida Sa'adah, Ema YM

Hari ini, kata: "Selamat Hari Ibu", akan jadi booming di semua socmed, tanpa terkecuali. Dan tidak bisa dipungkiri saat kita membicarakan sosok ibu, maka ia tidak akan terlepas dari pengorbanan, perjuangan, dan kasih sayang yang tidak akan ada habisnya.

Karena apa, karena ibu mempunyai sejuta makna, kisah dan cerita. Namun bukan hanya hari ini milik mu, sepanjang hari adalah kisah dan cerita panjang tentangmu, ibu.

Karena itu tak berlebihan jika kita kerap mengibaratkan ibu sebagai sosok malaikat tak bersayap. Hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember ini merupakan hari spesial untuk mengutarakan rasa sayang, yang juga merupakan hari dimana kita membalas dan memperingati pengorbanan sosok ibu.

Banyak diantara kita yang berucap “Setiap hari ibu aku suka mencium dan meluk ibu sembari mengucapkan selamat hari ibu. Yang terpenting disini adalah niat dan ketulusan saat mengutarakannya, bukan bagaimana cara menyampaikannya.

Kita tidak perlu merasa gengsi, karena tidak ada salahnya menunjukkan kasih sayang kita semua dengan cara mencium, memeluk bunda atau dengan cara lainnya. Bisa jadi sebagian dari kita yang masih mempunyai ibu akan lebih mudah mengutarakan ucapan terimakasih dan kasih sayang secara langsung.

Tapi bagaimana dengan mereka yang ibunda nya sudah tiada? Apakah mereka tidak bisa ikut mengucapkan kata selamat hari Ibu? Tentu saja tidak! Karena selalu ada cara untuk merayakan hari ibu meskipun ia telah tiada.

Jika bagi mereka yang ibu nya sudah tiada, kegiatan yang cukup baik adalah dengan mendoakannya setiap hari (orangtua) atau bisa juga pergi ke pemakaman dan mengirim doa untuknya.

Sahabat semuanya, berbakti kepada orang tua khususnya ibu memang tidak ada batasnya. Mengingat besarnya jasa beliau mengorbankan tenaga, pikiran, dan mungkin air mata selama membesarkan anaknya.

Mari kita jadikan setiap hari itu adalah hari ibu, karena tidak etis rasanya dengan mengingat besarnya perjuangan ibu kita dalam mencurahkan kasih sayangnya setiap hari dan kita hanya memperingatinya dalam satu hari saja.

Jadi, jadikan setiap hari itu adalah hari ibu. Karena pada dasarnya bagaimana pun cara kita memaknai hari ibu itu kembali kepada diri kita. Intinya sayangi orang tua kita dan berikan yang terbaik untuk mereka sebelum menyesal karena tidak dapat mewujudkannya.

Selamat Hari Ibu



Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar