RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Rabu, 15 April 2015

Bersyukurlah, Mengapa Harus Takut Sakit


Hampir setiap manusia pernah mengalami musibah yang namanya sakit. Tak terkecuali, karena manusia tidak selalu berada dalam kondisi yang sehat dan fit.

Karena itu, seharusnya karunia dari Allah SWT berupa kesehatan ini selayaknya menjadikan manusia semakin bersyukur kepada-Nya bukan menjadikan takabur atau sombong, apalagi menjadi kufur.

Sakit, jangan dimaknai dengan berbagai macam penafsiran yang negatif. Sebab, justru hal ini akan menggiring kita kepada perasaan buruk sangka (su’udzan) kepada Allah SWT, yang berakibat tidak saja memperlambat kesembuhan tapi juga mengundang kemurkaan-Nya.

Sehat itu adalah nikmat, sedangkan sakit adalah merupakan tanda dari kasih sayang Allah SWT. Lalu, pertanyaannya mengapa sehat bisa dikatakan nikmat?

Karena dengannya kita bisa beribadah lebih maksimal tanpa dari rasa sakit yang menganggu. Musibah sakit adalah 'karunia'. Jika kita sabar menerimanya dan selalu berpikiran positif, maka Allah SWT akan mengampuni dan meringankan dosa-dosa kita.

Sungguh mengagumkan urusan orang Mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik , dan hal itu tidak dimiliki oleh siapapun kecuali orang Mukmin. Jika dia mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, dan demikian itu lebih baik baginya. Jika ditimpa kesusahan, dia akan bersabar, dan demikian itu lebih baik baginya.” (HR Muslim, Baihaqi dan Ahmad)

Dan juga sebagai tanda sayang dari Allah SWT, karena dosa sedang digugurkan. Lalu pertanyaannya, mengapa dengan sakit kita harus takut. Karena sehat, sakit, sedih dan gembira, merupakan saat-saat yang setiap kali berganti, yang diberikan oleh Allah SWT.

Seringkali kita baru dapat merasakan betapa nikmatnya sehat disaat kita mengalami sakit. Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya.

Begitu banyak kenikmatan yang Allah SWT karuniakan kepada kita. Kenikmatan yang tidak terhitung dengan hitungan jari bahkan emas permata. Dan nikmat sehat yang Allah SWT berikan banyak kita lalaikan.

Semoga kita selalu bisa berintrospeksi diri untuk lebih mensyukuri nikmat kesehatan dan menambah semangat untuk bersabar dan sembuh. Wallahu’alam | Cecep Y Pramana Twitter: @CepPangeran Path: Cepy Pramana Instagram: CepPangeran



Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar