RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Selasa, 20 Januari 2015

Syukur dan Sabar, Sikap Terbaik Seorang Muslim


Setiap orang dilahirkan dalam keadaan yang sama, ia juga memiliki kelebihan dan kekurangan, lalu mengapa ada yang berhasil dan ada yang belum atau tidak berhasil.

Mereka yang berhasil adalah yang memiliki keinginan untuk maju dan selalu berusaha mencapai kemajuan dalam hidupnya secara konsisten walaupun perkembangannya itu kecil. Dan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim adalah bersyukur dan bersabar.

Bersyukur artinya menerima setiap kelebihan dan kekurangan dalam dirinya serta berusaha untuk maju dan mencapai kemajuan dalam hidupnya. Tentunya, untuk meraih suatu tingkat kemajuan secara konsisten, maka dibutuhkan kesabaran yang tinggi.

Bersyukur itu akan berbuah manis. Bersyukur terhadap segala nikmat yang dilimpahkan oleh Allah SWT. Dan rasa syukur itu diwujudkan dalam tiga hal, bersyukur dengan hati, lisan maupun bersyukur melalui perbuatan. Bersyukur dengan hati artinya mengakui dalam hati bahwa nikmat tersebut berasal hanya dari Allah SWT bukan selainnya.

Bersyukur dengan lisan artinya mengucapkannya dengan lisan, memuji dan menyanjung yang telah memberikan nikmat. Dan bersyukur dengan perbuatan artinya menggunakan kenikmatan tersebut untuk menggapai ridha Allah SWT.

Mereka yang dipenuhi dengan rasa syukur, hatinya lapang dan jiwanya bersih dari impian kosong, impian yang tidak bermanfaat, maka tidak ada waktu untuk memikirkan apa-apa yang dimiliki orang lain, tetapi ia disibukkan dengan berbagai nikmat dari Allah SWT yang tak terhingga.

Allah SWT sangat menyayangi hambanya, melebihi rasa sayang dan cinta seorang ibu terhadap anak kandungnya. Untuk mengetahui sejauh mana penghambaan manusia terhadapNya, maka Allah SWT memberikan ujian dan cobaan. Allah SWT tidak akan menyakiti hambanya, karena ujian dan cobaan tersebut merupakan bentuk rasa sayang dan cinta Allah SWT kepada hambanya.

Pada saat menerima ujian dan cobaan, maka yang harus dilakukan kita sebagai manusia adalah dengan bersabar. Terdapat tiga macam sabar, yaitu sabar dalam ketaatan kepada Allah SWT, sabar dalam menahan diri dari bermaksiat kepada Allah SWT dan sabar dalam menghadapi ujian yang diberikan Allah SWT.

Bersabar itu indah. Karena salah satu kunci sukses dunia akhirat adalah kesabaran. Kita bisa mencontoh dari sabarnya Ulul Azmi, para rasul pilihan yang memiliki keteguhan hati dan ketabahan yang luar biasa, kesabaran dalam berbagai cobaan serta keuletan dalam berjuang melaksanakan dakwah ditengah-tengah kaumnya yang menentang keras dakwahnya. Mereka adalah Nabi Nuh as, Musa as, Ibrahim as, Isa as dan Nabi Muhammad SAW

Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan bahwa sabar itu memang berat. Memasukkan sabar dalam menuntut ilmu, sabar dalam menghafalkan ilmu, dan sabar dalam menyampaikan ilmu sebagai salah satu bentuk jihad fisabilillah.

Bersabar bukanlah diam, pasrah tidak berusaha tetapi berusaha pantang menyerah untuk tetap mendapatkan ridhoNya. Kehidupan manusia hanya akan melewati dua sisi kehidupan yang akan dirasakan silih berganti, seperti roda yang berputar, terkadang berada di atas dan di bawah; suka dan duka, senang dan susah, bahagia dan bencana, mudah dan sulit.

Bagi seorang muslim, maka ia akan menyikapi dua sisi hidup tersebut dengan penuh ridha dan ikhlas. Nikmat itu dapat berupa ujian, dan ujian juga dapat berupa nikmat. Semua yang diberikan oleh Allah SWT pastinya bermanfaat untuk hambanya, sehingga sikap terbaik dari seorang muslim adalah dengan selalu beryukur dan bersabar | Cecep Y Pramana @CepPangeran



Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar