RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Minggu, 25 Januari 2015

Menikah, Bukan Sekedar Cinta

Pernikahan bukanlah sekedar mengenai CINTA tapi yang utama adalah KOMITMEN.

Betapa banyak pernikahan yang rusak karena yang diperbarui hanyalah cinta bukan komitmen. Pernikahan akan makin berkah jika komitmen makin menguat meski cinta menurun bahkan lenyap.

Cinta itu wilayah RASA. Sementara komitmen wilayah LOGIKA. Rasa boleh berkurang namun logika harus selalu menguat dalam pernikahan.

Logika untuk selalu berusaha memahami bahwa pernikahan adalah TAKDIR Ketetapan-Nya. Dan menjalaninya dengan syukur dan sabar adalah IBADAH atas ketentuan-Nya yang terjadi.

Komitmen kita dalam pernikahan diukur sejauh mana komitmen kita dengan Allah SWT. Sebab akad nikah dan syahadah kita sama-sama dikenal sebagai MITSAQAN GHALIZHAN (ikatan yg kokoh). Karena Allah SWT lah yang menjadi pengikat jiwa antar pasangan suami isteri.

Sehingga rayuan mesra kepada isteri pun tak bisa menjaga keutuhan pernikahan jika hubungan kepada Allah SWT tak dipelihara. Demikian juga ajakan kemesraan seorang isteri pada suaminya tak kan membangkitkan gairah bila mana ghairah pada Allah SWT pun sirna.

Penyelesaian utama pada saat konflik pernikahan adalah penyelesaian komitmen bukan pemuasan cinta. Sebab cinta tak bisa dipaksakan. Tapi komitmen bisa dikuatkan.

Perbaikan komitmen pernikahan dengan menyadari bahwa akad nikah adalah janji kepada Allah SWT untuk memuliakan isteri, menghormati suami dan mencetak anak shalih. Yang kelak akan ditagih-Nya.


يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 “Hai manusia! bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan Allah menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri) nya dan dari keduanya Allah memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu”. (QS An Nisa: 1)


:: Artikel oleh: Ustadz Drs. DH Al Yusni | sekarang tinggal di Bekasi



Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar