RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Rabu, 31 Desember 2014

Muhasabah, Introspeksi Perjalanan Hidup

Allah SWT telah menetapkan perjalanan hidup yang seharusnya dijalankan manusia di dunia ini. Dia juga telah menetapkan tujuan yang seharusnya dicapai manusia. Dan, kesuksesan seseorang diukur dengan hasil akhirnya. Amal kebaikannya, bukan amal keburukannya.

Hendaklah kita semua senantiasa bertakwa kepada Allah SWT serta memperhatikan amal kebaikan yang telah diperbuat untuk hari esok. Selain itu, kita juga seharusnya khawatir jika suatu hari dimana tidak ada seorang pun yang bisa menolong orang lain selain amalannya.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS Al Hasyr: 18)

Kita selalu diingatkan dengan ayat diatas, untuk senantiasa mengingat dan memperhatikan perbuatan-perbuatan yang sudah kita lakukan selama ini, sekaligus mempersiapkan bekal kita nantinya. Apabila masih banyak kekurangan, tentunya harus diperbaiki, dan apabila ada amalan ibadah yang sudah cukup baik, maka istiqomah.

Pergantian tahun 2014 kepada tahun 2015, adalah isyarat agar setiap muslim dapat menganalisis dan mengenal diri, dengan pencapaian dalam bentuk amal kebaikan atau kegiatan lain yang dilaksanakan sepanjang tahun lalu, menuju kejalan kebaikan.

Hanya amal saja yang menjadi penentu kebahagiaan atau kesengsaraan seseorang. Jika dia beruntung maka kebahagiaan abadi akan menjadi miliknya. Sebaliknya jika merugi, maka kesengsaraan tak terperikan akan menimpa.

Umar bin Khatab ra pernah berpesan, “Hitunglah dirimu sebelum amalmu diperhitungkan kelak (hari akhirat)”. Marilah, di akhir tahun 2014 yang sebentar lagi akan berlalu dan berganti menjadi tahun 2015, kita lakukan dengan penuh kesyukuran dan kebersamaan dengan membuka lembaran baru.

Mari kita jadikan tahun 2014 sebagai pengalaman terbaik kita dalam melakukan amal-amal kebaikan, sementara tahun 2015 membawa harapan tinggi menggunung. Membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Karena perubahan di dalam Islam adalah sebuah tuntutan. Bertambah hari, kondisi seseorang harus bertambah baik, bukan sebaliknya.

Orang yang senantiasa mengintrospeksi dirinya, dia akan banyak memiliki kebaikan dan sedikit keburukan. Dia akan datang menemui Rabbnya dalam keadaan ridha dan diridhai. Karena itu, hendaklah kita selalu mengoreksi diri, bermuhasabah, dalam setiap kalimat yang kita ucapkan.

Berencana atau tidak, hidup akan berjalan terus. Bedanya, kalau berencana hidup lebih terarah, fokus dan menjadi lebih bermakna. Maka, kalau tidak punya rencana hidup semakin tidak jelas, bisa maju juga bisa mundur dan biasanya banyak yang mundur. Di akhir tahun 2014 ini mari kita buat rencana dan berusaha menjalankannya di tahun 2015.

Rasulullah SAW selalu mengingatkan, “Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum dievaluasi empat hal: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan”. (HR Tirmidzi).

Kita harus selalu senantiasa mengintrospeksi diri sebelum tiba saat dihisab oleh Allah SWT, Yang Maha Adil. Hendaklah kita mengintrospeksi diri kita, kita bertanya kepada diri kita masing-masing; amalan shalih apa yang telah kita perbuat.

Semoga Allah SWT menjadikan kita semua termasuk orang-orang beriman yang benar-benar beriman kepadaNya dan hari akhir. Marilah kita sentiasa melakukannya supaya kerja hari ini lebih baik dan sentiasa mendapat rahmat serta keridhaan Allah SWT. Aamiin. | Cecep Y Pramana @CepPangeran


Artikel Terkait:



4 komentar :

Posting Komentar