RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Selasa, 30 Desember 2014

Membangun Karakter Keluarga

Bagi masyarakat Indonesia yang mempunyai adab ketimuran, keluarga sangat memiliki arti penting. Keluarga bagi kita bukan hanya sekedar ikatan pernikahan atau karena ikatan darah.

Namun, bagi masyarakat Indonesia keluarga menjadi nilai, karena dari keluarga, tatanan masyarakat itu tercipta dan terbentuk. Dan norma-norma yang selama ini kita anut juga bersumber dari kearifan keluarga.

Keluarga menjadi miniatur sebuah masyarakat. Padangan dan falsafah hidup, lahir dan tumbuh dari keluarga. Singkat kata, cerminan masyarakat kita dewasa ini adalah wajah lain dari keluarga yang ada pada saat ini.

Lalu, ketika kita berpikir ingin memperbaiki tatanan masyarakat dan bangsa ini, maka keluarga tidak bisa dipandang sebelah mata dan dipinggirkan. Saat kita berpikir memperbaiki kualitas kehidupan sosial dan masyarakat, maka pada saat yang bersamaan kita juga harus berpikir untuk memperbaiki kehidupan dalam keluarga.

Keluarga, di dalamnya adalah orang-orang yang dipersatukan dalam ikatan pernikahan, ikatan darah atau lainnya yang membentuk satu rumah tangga kecil. Lalu, dari interaksi dan komunikasi antar anggota keluarga tersebut mampu melahirkan kebudayaan, hingga akhirnya menjadi kebudayaan masyarakat secara universal.

Tatanan masyarakat yang bersumber dari nilai-nilai yang dianut dan diciptakan oleh sebuah keluarga, ia akan menjadi nilai sebuah masyarakat bangsa. Dan keluarga sebagai batu pertama dalam membangun negara.

Keluarga juga tidak bisa diabaikan dalam membangun sebuah bangsa dan negara, bahkan sebuah peradaban tidak bisa dilepas dari keluarga. Karena itu, membangun karakter keluarga menjadi tanggungjawab bersama.

Sebagai awal dalam membentuk pendidikan karakter, maka pendidikan dan pembinaan keluarga menjadi sangat penting. Lalu, siapakah aktornya. Tentu saja aktornya adalah orang tua, sebagai motor penggeraknya. | Cecep Y Pramana @CepPangeran


Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar