RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Sabtu, 06 Desember 2014

Adu Nyali dengan Body Rafting di Green Canyon (habis)


Setelah pengarahan diberikan oleh pemandu kepada rombongan, tepat di Guha Bau ada jeram dengan arus sedikit kuat di tengahnya, ada batu karang stalagtit sebagai pijakan, selanjutnya kami satu persatu diminta untuk terjun menceburkan diri.

Satu, dua, tiga, byuuuurrrrrrr. Subhanallah, airnya yang jernih dan terasa segar di kulit sudah cukup rasanya membayar lelah di perjalanan dan trekking menuju tempat ini.

Selanjutnya, diantar berenang oleh 6 orang pemandu dari "GUHA BAU Body Rafting", masing-masing; kang Nana P, kang Acum (Ceong), kang Aan, kang Yana, kang Tete dan kang Irfan untuk menyusuri derasnya arus sungai Cijulang. Petualangan pun dimulai.

Sepanjang perjalanan, para peserta disuguhi pemandangan yang sangat memukau dan memanjakan mata. Masih terbayang rasanya keindahan tebing tebing yang mengapit sungai di kanan kiri kami. Sungguh, ciptaan Allah SWT tidak akan pernah pudar untuk dinikmati.

Sembari terus menelusuri aliran sungai, saya terus merekam jejak alam ciptaan Allah ini.

Terlihat tebing-tebing yang dilapisi bermacam jenis vegetasi alami yang telah mengalami proses sedimentasi yang nyata-nyata merupakan hasil pekerjaan alam dan ciptaan Maha Sempurna dari Allah SWT.

Sesekali terlihat tebing hasil pahatan alam dengan rimbunnya pepohonan yang tumbuh di atasnya mengapit kokoh Sungai Cijulang.

Sinar matahari yang jatuh ke permukaan sungai dengan derasnya air dengan hijaunya lumut terbelah bebatuan raksasa yang menyembul, membentuk garis-garis cahaya yang cukup menawan.

Sangat indah mempesona. Subhanallah...Allahu Akbar sungguh mengagumkan cipataan Allah ini. Banyak spot-spot berbentuk 'hujan abadi', meneteskan air yang cukup deras secara terus menerus tak pernah habis.

Serunya, beberapa kali saya dan peserta lainnya harus melompat karena perbedaan ketinggian arus sungai.

Sedangkan dibeberapa tempat yang dangkal kami harus berjalan menyusuri tepian sungai bahkan terkadang naik keatas batu yang cukup tinggi untuk mencapai lokasi lainnya menggunakan tali yang sudah disiapkan pemandu.

Ada beberapa spot air yang cukup tenang, dan ini merupakan tempat relaksasi yang sempurna. Para peserta pun diminta untuk berjajar telentang beriringan dengan ditemani suara alam, karena selain suara dari rombongan kami tidak terdengar suara apa apa selain nyanyian alam.

Sungguh suara alam yang indah untuk dinikmati. Sesekali nampak terlihat seekor monyet berwarna hitam bergelantungan di pohon yang tinggi.

Tinggi permukaan batu ke sungai yang digunakan sebagai pijakan untuk terjun sekitar 2, 4 sampai 6 meter sebanyak 3 tempat.

Setelah terjun berenang ke seberang lalu berpegangan pada pinggiran sungai Cijulang. Tepat di seberang Guha Bau. Pinggir sungai berupa tebing sebagai alas hutan yang ditumbuhi akar-akar pohon dan tanaman perdu.

Setelah menyusuri arus sungai, menaiki batu-batu dan karang yang cukup besar selama satu jam kita bertemu dengan jeram yang cukup deras ditambah batu-batu tajam yang harus dihindari oleh peserta.

Pemandangan dua sisi tebing yang mengapit Sungai Cijulang ini, sungguh menebar pesona keindahan bagi mata yang melihatnya. Di atasnya rimbun hutan dengan pohon-pohon besar. Begitu alami dan menakjubkan.

Selanjutnya, kami diberikan kesempatan beristirahat selama sekitar 30 menit, menikmati the manis, biscuit, mie gelas cup, ada juga yang minum kopi luwak dengan gelas sambal menikmati gorengan yang sudah tersedia.

Suasana di tempat istirahat tersebut juga indah, hijau, alami dan banyak ikan-ikan kecil yang kelihatan dari permukaan air.

Ternyata, selain rombongan yang saya ikuti ada juga rombongan lainnya yang sudah terlebih dahulu sampai dan belakangan.

Ada 4 kelompok (3 kelompok dipandu oleh operator GUHA BAU dan 1 kelompok dari operator lainnya)

Selepas istirahat, kami mulai kembali body rafting dengan menceburkan diri, menyisir pinggiran sungai, akhirnya pemandu memberitahu kami bahwa tempat yang luar biasa cukup panjang sekitar dan harus dilalui sebentar lagi ada di depan kami. Di lokasi ini, sendirian satu persatu peserta dilepas.

Di lokasi jeram yang cukup panjang dan berarus deras ini, saya pun banyak menabrak batu karena arus yang cukup kuat dan deras, bahkan paha sebelah kiri dan juga bagian perut terkena batu karang dibawahnya.

Alhamdulillah, saya dan kawan-kawan berhasil dengan menyusuri arus sungai yang deras ini. Menengok ke atas, “hujan abadi” terus mengucurkan air dari atas jatuh dibebatuan terus menuju ke sungai Cijulang di bawah.

Pohon-pohon besar di atas tebing disertai akar-akarnya yang menjulur ke bawah, membuat suasana yang luar biasa cantik.

Seolah terlupa oleh indahnya pemandangan yang dilalui bahwa sebelumnya hampir semua peserta (18 orang) kemasukan air di hidung dan mulut.

Dari kejauhan, saat melintas melewati pinggiran sungai untuk naik ke permukaan, terlihat cahaya indah mengagumkan dari langit yang tertutup rimbunnya pohon pun ikut melengkapi keindahan aliran sungai serta tebing-tebing tinggi disisinya. Semua peserta melihat pemandangan alam yang menakjubkan ini dari atas batu besar sambal berfoto bersama.

Rombongan kami bersama 2 rombongan dari operator GUHA BAU memuaskan diri berfoto-foto dibawah curah “hujan abadi” yang berasal stalagtit dengan cukup deras jatuh ke bawah.

Seolah tak mau kalah dengan rombongan lainnya, rombongan yang kami pun ikut menikmati foto bersama sambal duduk di batu yang cukup besar. Kamera kami dibawa oleh pemandu di dalam tas anti basah.

Tak terasa setelah kurang lebih 3-4 jam mengarungi derasnya sungai Cijulang, kami mulai mendekati obyek wisata Green Canyon. Di tempat inilah puncak keindahan tebing-tebing terlihat indah.

Tidak jauh dari lokasi terakhir yang dengan susah payah naik keatas menggunakan tali, lalu turun menuruni batu yang cukup besar dengan berbalik badan.

Dari kejauhan saya melihat batu payung yang kesohor. Dilanjutkan semua peserta turun di spot terakhir dengan beriringan, lalu berenang, hanyut terbawa derasnya arus sungai Cijulang mendekati pinggiran sungai yang cukup jauh jaraknya hingga sampai di batu untuk dipijak yang muat hingga puluhan orang (kebetulan saat itu air sungai Cijulang cukup tinggi dan deras mengalir)

Dari lokasi ini, rombongan peserta dari GUHA BAU Body Rafting masih harus melompat di arus yang sangat deras sebagai lompatan terakhir dari kegiatan body rafting hari itu.

Tidak jauh dari lokasi tempat lompatan terakhir belasan perahu terlihat berjajar, juga hilir mudik menurunkan dan juga menjemput penumpang yang selesai body rafting.

Selanjutnya para peserta dihitung dan dikumpulkan kembali lalu secara beriringan berenang sekaligus menghanyutkan diri untuk sampai di dermaga pertama, rest area.

Sambil menunggu perahu yang akan membawa rombongan kembali ke Dermaga Base Camp, kami pun minum yang hangat, teh manis, kopi luwak, kopi hitam juga cemilan dan gorengan, telor asin asyik untuk menghangatkan tubuh dan mengisi perut.

Selesai berisitirahat sejenak di rest area kami lanjut lagi menuju pemberhentian terakhir untuk dijemput menggunakan perahu kembali ke base camp.

Sepanjang perjalanan disuguhi asrinya pepohonan di kanan kiri sungai. Melihat lalu lalang perahu yang lewat dan terkadang saling sapa dengan penumpang perahu lain yang berlawanan arah pun menjadi aktivitas menyenangkan.

Tiba di base camp lantas kami bersiap untuk mandi dan shalat, kemudian menikmati santap sore yang sederhana namun nikmat yang telah disiapkan oleh operator GUHA BAU Body Rafting.

Selanjutnya rombongan kembali ke Jakarta pukul 15.35 WIB dan tiba di Jakarta pukul 03.45 WIB. Berakhir sudah petualangan seru dan menegangkan body rafting di Green Canyon. Kegiatan yang memacu adrenalin ini sungguh menyenangkan untuk dicoba jika berlibur ke Pangandaran.


<::> Special thanks toek pemandu dari operator "GUHA BAU BODY RAFTING", masing-masing: kang Nana P, kang Acum (Ceong), kang Aan, kang Yana, kang Tete dan kang Irfan






























































Artikel Terkait:



7 komentar :

Posting Komentar