RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Senin, 10 November 2014

Surga, Kenikmatan yang Sempurna


Surga adalah suatu pembalasan yang agung dan pahala tertinggi bagi para hamba Allah SWT yang taat. Surga merupakan suatu kenikmatan yang sempurna. Tak ada sedikit pun kekurangannya.

Tak ada kemuraman di dalamnya. Tak ada kenikmatan yang melebihi kenikmatan yang ada di dalamnya dan tak ada seorang manusiapun yang dapat menggambarkan keadaan atau kenikmatannya.

Surga tak pernah terlihat oleh kasat mata, tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terlintas oleh hati manusia. Allah SWT berfirman: “Seorang pun tak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (QS: As Sajdah: 17).

Abu Hurairah Radhiallahu Anhu pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, terangkan kepada kami tentang surga dan bangunannya?” Rasulullah saw bersabda: ”Batu batanya dari emas dan perak. Adukannya beraroma kesturi. Kerikilnya adalah mutiara lu’lu’ dan mutiara yakut. Tanahnya adalah Za’rafan”. (HR Ibnu Hibban, Ibnu Maah, Ahmad, Ibnu Hibban dan Tarmidzi)

Betapa indahnya kehidupan di surga, kehidupan yang selalu diimpikan oleh setiap kaum muslimin tanpa terkecuali. Hidup selamanya di surga menjadi impian terbesar bagi seorang muslim, siapapun orangnya, apapun profesi dan jabatannya. Apalagi jika di surga nanti dapat menjadi sahabat atau mendampingi Rasulullah Muhammad SAW.

Menjadi pendamping Rasulullah SAW di surga adalah sebuah keniscayaan. Diantara yang menyebabkan seseorang mendampingi Rasulullah saw adalah seorang yang mengasuh atau menyantuni anak yatim.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda: "Aku dan orang-orang yang mengasuh atau menyantuni anak yatim di Surga seperti ini. Kemudian beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah seraya sedikit merenggangkannya”. (HR. Bukhari).

Sungguh mulia orang yang mengasihi anak yatim, di akhirat nanti akan berdampingan dengan Rasulullah saw. sebagaimana dikatakan Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah: "Isyarat ini cukup untuk menegaskan kedekatan kedudukan pemberi santunan kepada anak yatim dan kedudukan Nabi, karena tidak ada jari yang memisahkan jari telunjuk dengan jari tengah.”

Mengasihi anak yatim dapat dilakukan dengan berbagai cara, menanggung kebutuhan pokoknya (makan dan minum), membiayai pendidikannya, mendidiknya dengan ikhlas, mengelola hartanya apabila belum baligh sampai berkembang, mengusapnya kepalanya dengan ikhlas karena tindakan ini dapat berpengaruh terhadap kejiwaan anak tersebut seperti yang pernah dilakukan Ibnu Umar ra, apabila bertemu anak yatim maka beliau mengusap kepalanya dan memberinya sesuatu.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menanggung makan dan minum (memelihara) anak yatim dari orang Islam, sampai Allah SWT mencukupkan dia, maka Allah mengharuskan ia masuk surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak terampunkan” (HR. Tarmudzi). Wallahua’lam bishawab


Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar