RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Selasa, 11 November 2014

Iman dan Etos Kerja

Iman tidak menjanjikan bahagia dan harta melimpah, namun iman menjanjikan manisnya kehidupan. Terkadang, hidup tidak sesuai harapan namun tidak pernah putus dari harapan dan senantiasa berprasangka baik kepada Allah SWT.

Waktu pagi adalah waktu yang diberkahi. Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita sebagai hambanya untuk mencari rezeki, shalat dhuha, berdoa untuk kemudahan rezeki.

Setiap jiwa tidak tahu apa yang disembunyikan Allah SWT. Hanya kenikmatan iman saja yang membuat jiwa ini tenang meski banyak yang masih Allah SWT rahasiakan serta kenikmatan-kenikmatan yang tidak Allah SWT rinci. Ketenangan akan didapat bagi mereka yang mau bekerja dan beramal.

Pada saat manusia beramal, mesti merasakan adanya tanggung jawab Rabbani, tanggung jawab kesesuaian dengan ajaran Rasulullah SAW dan tanggung jawab secara kemanusiaan. Ketiga hal itulah yang berkaitan dengan motif dalam bekerja.

Etos kerja seorang muslim, diantaranya: Pertama, bekerja dengan sebaik-baiknya merupakan bentuk rasa syukur. Kedua, orientasi bekerja tidak hanya baik di dunia, tetapi juga baik akhirat.

Ketiga, memiliki dua karakter yaitu kuat dan terpercaya. Kuat merujuk pada dapat diandalkan, karena memiliki kekuatan fisik, mental dan inteligensi. Terpercaya merujuk pada integritas antara ucapan dengan perbuatan.

Keempat, bekerja keras, kesungguhan dan pantang menyerah. Dan terakhir, kerja yang cerdas, yaitu menggunakan tenaga dan kepandaian akalnya. Jika etos kerja dimaknai dengan semangat kerja, maka etos kerja muslim bersumber pada visi mereka yaitu baik dunia dan akhirat.


Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar