RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Sabtu, 15 November 2014

Akhirat, Kehidupan Abadi


Berbahagialah menjadi orang yang meyakini bahwa selepas kehidupan dunia ini ada perhitungan yang begitu detail oleh Allah SWT kepada kita. Karena itu, orientasi hidup bagi seorang mukmin adalah sangat jelas, yaitu menuju akhirat.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS Al Qashash: 77)

Perbandingan kehidupan dunia dengan akhirat, adalah ibarat seseorang yang mencelupkan jarinya ke lautan, air laut yang menempel di telunjuknya itulah kehidupan dunia dengan segala kenikmatan, dan sisanya yang berada di laut, itulah kehidupan akhirat.

Oleh karena itu, janganlah kita bergeser sedikitpun dari orientasi hidup kita selain akhirat. Tanamkan keyakinan ini dalam diri kita masing-masing, keluarga, generasi pelanjut kita, bahwa kehidupan akhirat adalah orientasi kehidupan kita. Seluruh amalan kita adalah sebagai bekal menuju akhirat.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (QS Al Bayyinah: 5)




Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar