RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Kamis, 07 Agustus 2014

Mencintai Allah

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah…”(QS Al Baqarah: 165)

Mencintai Allah SWT adalah ibadah wajib dan sebagai salah satu realisasi ketauhidan. Orang yang beriman akan mencintai Allah SWT lebih dari segalanya. Cinta kepada Allah SWT merupakan dasar cinta dari segala bentuk mencinta yang dibenarkan dalam Islam.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan maksud “Orang-orang yang beriman sangat mencintai Allah”, bahwa karena kecintaan orang-orang beriman kepada Allah SWT, kesempurnaan pengetahuan tentang Allah, pengagungan dan pentauhidan mereka kepada Allah, maka mereka tidak berbuat syirik kepada Allah SWT dengan sesuatu apapun, bahkan mereka beribadah hanya kepada Allah SWT semata, bertawakal kepada Allah dan kembali kepadaNya dalam segala urusan mereka.

Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: Sesungguhnya orang-orang beriman, mereka mencintai Allah SWT lebih dari kecintaan orang-orang musyrik terhadap Allah SWT dan tuhan-tuhan mereka, hal itu dikarenakan mereka orang-orang musyrik melakukan kesyirikan dalam cinta (mahabbah), sedangkan orang-orang beriman mereka mengikhlaskan cinta tersebut hanya kepada Allah SWT semata.

Kejujuran mencintai Allah SWT, tercermin dari tanda-tanda yang direalisasikan oleh seorang hamba, di antaranya yaitu: Mendahulukan perkara yang Allah cintai atas selainnya, itiba’ (mengikuti) kepada Rasulullah SAW, mencintai orang-orang yang mencintai Allah SWT, membenci orang yang kufur kepada Allah SWT dan berjihad di jalan Allah SWT.


Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar