RUMAH MOTIVASI ONLINE, ditulis oleh Cecep Y Pramana
Twitter: @CepPangeran |
Path: Cepy Pramana | Facebook: Cepy Pramana | Instagram: CepPangeran | Foursquare: Cecep Y Pramana | Kompasiana: cepypramana


Jumat, 18 Juli 2014

Ikhlas, Sebuah Fenomena Masa Kini


Ikhlas berarti membersihkan tujuan beribadah kepada Allah SWT dari segala noda yang mengotorinya, memfokuskan ibadah hanya kepada Allah SWT dan bahkan bisa juga berarti tidak memperhatikan alam sekitar karena yang ada di matanya hanyalah Allah SWT semata.

Ikhlas adalah syarat diterimanya amal shalih yang berlandaskan sunnah Rasulullah SAW. Allah SWT memerintahkan kita untuk selalu ikhlas dalam beramal, firmanNya: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus” (QS. 98: 5).

Segala kenikmatan dunia, sedikit maupun banyak, akan dirasakan oleh jiwa manusia dan hatinya akan condong kepadanya. Jika perasaan ini muncul ketika beramal, maka hati yang jernih akan tercemar dan keikhlasan akan sirna. Manusia selalu diliputi oleh hasratnya, sedikit sekali perbuatan ataupun ibadahnya yang terbebas dari tujuan-tujuan sesaat ini.

Ikhlas adalah membersihkan hati dari segala noda, sedikit ataupun banyak, sampai ia dapat mengosongkan tujuan beribadah dan pembangkit hatinya hanya kepada Allah SWT. Ini semua tidak dapat ditemukan kecuali pada diri orang yang cinta kepada Allah SWT yang semua kepentinganya hanyalah untuk akhirat dan tidak ada tempat dalam hatinya untuk mencintai dunia.

Sebagai contoh, ketika ia makan, minum atau pun memenuhi hajatnya, maka semua itu dilakukannya dengan penuh keikhlasan dan niat yang benar. Barang siapa tidak memiliki sifat-sifat di atas maka pintu ikhlas tetutup baginya, kecuali hanya beberapa gelintir orang saja.

Mereka yang cinta kepada Allah dan akhirat, maka gerakan refleknya hanya untuk mencarinya dan ikhlas karenaNya. Lain halnya dengan orang yang selalu memikirkan dunia, kedudukan, tampuk pimpinan, dan segala yang selain Allah, maka semua gerakannya hanya akan tertuju padanya, sehingga ibadah yang dilakukannya, baik itu berupa puasa, shalat dan lainnya tidak akan lepas darinya, kecuali hanya sedikit saja.

Cara melatih keikhlasan adalah dengan menghilangkan memikirkan keinginan hatinya, tidak tamak pada dunia, dan hanya memikirkan akhirat dengan jalan menguasai hatinya hanya untuknya. Cara-cara ini dapat memudahkan kita untuk ikhlas.

Berapa banyak orang yang berusah payah dalam beramal dan ia menyangka bahwa itu semua dilakukannya dengan penuh keikhlasan karena Allah, akan tetapi sayang, ia termasuk orang-orang yang tertipu, karena ia tidak memperhatikan hal-hal yang merusaknya.

Dan firmanNya: Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya”. (QS 18:103-104) | Cecep Y Pramana Twitter: @CepPangeran Path: Cepy Pramana Instagram: CepPangeran



Artikel Terkait:



0 komentar :

Posting Komentar